Minggu, 05 Desember 2010

Uang Mengejar Anda

Uang itu hanyalah sarana untuk hidup, bukan tujuan itu sendiri. Uang adalah sarana untuk menjadmin hidup yang nyaman, tetapi bukanlah kebahagiaan.
be well,
Dwika



Inginkah Uang Mengejar Anda ?
by Soegianto Hartono on Tuesday, November 2, 2010 at 11:46am

Kebanyakan orang berpikir bagaimana mengejar uang, ini pandangan umum di masyarakat, sebab memang sejak kecil kita di ajari untuk mengejar uang. Orang tua kita sering kali mengatakan : “ kamu harus punya uang banyak agar hidupmu lebih baik “. Setelah menjadi dewasa kita sudah terprogram untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya, dan ternyata semakin anda berupaya keras mengejar uang – bahkan harus bertengkar, saling menjegal, mengelabui atau bermusuhan dengan orang lain – tidak semakin banyak uang yang kita dapatkan, sebaliknya semakin capai, stress, frustrasi dan uangnya tidak pernah bertambah secara signifikan.

Apakah anda pernah mempunyai pengalaman seperti ini ?

Apa yang salah dengan upaya untuk mengejar uang ?

Kalau anda mengejar uang, sudah tentu fokus anda ada pada uang, dan sesungguhnya tujuan hidup seseorang itu bukanlah uang. Uang itu hanyalah sarana untuk hidup, bukan tujuan itu sendiri. Uang adalah sarana untuk menjadmin hidup yang nyaman, tetapi bukanlah kebahagiaan.

Kalau anda berfokus pada uang, anda tidak akan pernah benar-benar berkonsentrasi pada pekerjaan anda; kalau anda tidak berkonsentrasi pada pekerjaan, anda tidak akan mampu menghasilkan kualitas hasil pekerjaan yang baik; dan bila kualitas pekerjaan anda bermutu rendah, sudah pasti harga nya rendah.

Kalau anda mengharapkan agar uang terus-menerus mengalir kepada anda, janganlah berpikir untuk mengejar uang, sebaliknya berpikirlah untuk memberikan peningkatan atau nilai tambah kepada orang lain.

Ketika anda berpikir tentang nilai tambah, anda akan berfokus pada kualitas pekerjaan anda atau output dari hasil karya anda.

Untuk bisa menghasilkan karya yang baik, berkualitas tinggi dan mampu memberikan nilai tambah yang besar kepada orang lain, tentu ada persyaratan yang harus di penuhi, yang pertama adalah terlebih dahulu anda harus memiliki kualitas diri yang baik, maksudnya anda harus benar-benar menguasai pegetahuan dan keterampilan dalam bidang pekerjaan anda. Anda sudah selayaknya menjadi orang yang kompeten dalam pekerjaan anda – capailah keunggulan. Untuk mencapai ini, di butuhkan pembelajaran berkesinambungan.

Sebelum ini, anda terlebih dahulu harus memilih ingin menjadi apa, tentukan pilihan hidup anda sebagai tujuan atau sasaran anda, baru selanjutkan kembangkan kualitas diri anda.

Kedua, fokuskan pikiran anda hanya pada nilai tambah yang ingin anda berikan kepada orang lain. Bertanyalah pada diri sendiri : manfaat apa yang bisa aku berikan kepada orang lain ? bayangkan orang-orang yang menerima manfaat dari karya anda merasa sangat senang, gembira dan terpesona. Bila anda semakin sering membayangkan hal ini, anda akan termotivasi untuk menberikan manfaat setinggi-tingginya. Dan ujung-ujungnya anda akan terbiasa untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa orang akan selalu merasa senang bila mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya, oleh karena itu bila anda mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya, maka akan banyak orang membutuhkan hasil karya anda. dan ujung-ujungnya, uang akan mengalir dengan sendirinya kepada anda.

Ketiga, dalam setiap mengejakan pekerjaan anda, curahkan pikiran dan hati anda kepada pekerjaan itu. Kerjakan pekerjaan anda dengan suka cita dan penuh semangat. Setiap pekerjaan yang telah anda selesaikan, cobalah untuk mengevaluasi kembali, dan pertanyakan apakah hasil karya ini sudah bisa memberikan manfaat yang besar bagi orang lain ? ketika anda telah menyelesaikan pekerjaan itu dan hati anda berbunga-bunga serta merasa puas dengan pekerjaan itu, anda tidak perlu ragu, pasti karya itu sudah sangat baik dalam memberikan manfaat bagi orang lain. Kalau anda merasa puas dengan karya anda itu, sudah pasti orang lain akan merasa puas juga.

Bila diri anda sendiri masih merasa kurang puas dengan kerya anda itu, perbaiki lagi sampai anda merasa puas hasilnya.

Keempat, kesabaran. Umumnya orang kurang sabar dengan hasil pekerjaannya. Mereka lebih cenderung untuk cepat-cepat bisa menghasilkan uang dari pekerjaannya itu. Dan sebetulnya inilah salah satu sifat jelak kita, dan akhirnya akan mengalihkan perhatian kita. Anda akan masuk kembali pada pemikiran bagaimana mengejar uang daripada uang mengejar anda.

Dalam setiap proses penciptaan, entah anda menciptakan produk, karya seni dan lain sebagainya, sangat di butuhkan kesabaran. Kalau anda sendiri masih belum merasa puas dengan hasil karya anda sendiri, dan anda memaksakan untuk segera mendapatkan uang dari karya itu, maka sebetulnya anda menggali lubang kegagalan anda sendiri.

Anda harus bisa merasakan terlebih dahulu kepuasan saat anda menyelesaikan pekerjaan itu, anda merasa puas dengan hasil karya yang anda buat itu. Karena perasaan puas inilah kunci bahwa hasil karya anda itu sudah baik atau sudah layak untuk di edarkan.

Kelima, ketulusan. Keberhasilan anda untuk mendatangkan uang sangat di pengaruhi oleh ketulusan hati anda, sebab ketulusan inilah magnet yang menarik uang yang anda harapkan. Bila anda dengan sangat arogan, kasar dan mementingkan ego diri sendiri, sudah pasti anda akan dihindari oleh orang lain.

Kerendahan hati untuk melayani orang lain, dan ketulusan untuk memberikan manfaat atau nilai tambah kepada orang lain adalah kunci penting yang bisa menarik orang lain membelanjakan uangnya untuk membeli hasil karya anda.

Anda bisa saja merubah penampilan agar kelihatan menarik secara fisik –agar lebih tampan atau cantik – namun ketulusan itu keluar dari hati kecil anda dan tidak bisa anda modifikasi bila pada dasarnya memang kurang baik, dia akan terpancar keluar sebagai refleksi pikiran dan hati anda.

Keenam, Integritas. Bila anda telah memutuskan untuk memilih bidang kompetensi tententu sebagai pekerjaana anda, misalkan anda memilih untuk menjadi seorang mekanik, anda harus berintegritas pada pekerjaan itu. Demikian pula bila anda sudah berpikir untuk meberikan nilai tambah kepada orang lain melalui keahlian anda, anda juga harus berintegritas kepadanya.

Integritas maksudnya adalah apa yang anda pikirkan selaras dengan apa yang anda ucapkan, anda rasakan dan anda lalukan; dengan kata lain anda harus setia kepada tujuan atau sasaran itu.

Umumnya integritas seseorang itu luntur karena tergiur oleh uang, dan melupakan tujuan semula. Dan ingatlah bahwa tanpa integritas, anda akan mudah terbawa oleh kenikmatan sesaat yang menjauhkan diri anda dengan sasaran utama anda, dan ujung-ujungnya, anda akan masuk lagi ke pemikiran bagaimana mengejar uang daripada uang mengejar anda.

Ketujuh, mengamati diri sendiri. Untuk mencapai sasaran yang telah anda tetapkan, anda harus sering melakukan evaluasi diri, karena dengan melakukan evaluasi diri, anda akan mengetahui seberapa jauh perkembangan yang telah anda capai. Bandingkan pencapaian diri anda saat ini dengan seminggu yang lalu, sebulan yang lalu, atau setahun yang lalu. Bila anda tidak mengalami pertumbuhan, anda patut mencemaskannya.

Agar pikiran anda tidak kacau, sebaiknya jangan membandingkan diri anda dengan orang lain, karena anda dengan mereka mempunyai sasaran yang berbeda, jadi tidak pantas untuk menjadi perbandingan.



Pembaca yang budiman, anda memilki kebebasan untuk berpikir. Anda mempunyai hak untuk menentukan pilihan anda sendiri, apakah anda akan berpikir uang mengejar anda atau anda berpikir harus mengejar uang. Setiap pemikiran tentunya membawa konsekuensinya masing-masing, sebab setiap pemikiran yang kita tanamkan ke dalam pikiran kita akan menghasilkan output yang serupa dengannya.

Kedua pemikiran ini tidak ada yang namanya benar atau salah, itu hanyalah soal pilihan. Dan setiap pilihan yang anda buat tentunya sudah anda pertimbangkan masak-masak konsekuensinya, bukan ?

Saya menginginkan hidup yang lebih memuaskan dan mengairahkan, dan oleh karena itu saya memilih untuk berpikir bagaimana uang mengejar saya.

Bagaimana dengan anda, it’s up to you.

Salam Bahagia dan Sejahtera.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar